Korea Utara menembakkan ‘rudal balistik yang dicurigai’
World

Korea Utara menembakkan ‘rudal balistik yang dicurigai’

Korea Utara menembakkan ‘rudal balistik yang dicurigai’

Orang-orang menonton siaran berita televisi yang menunjukkan rekaman file uji coba rudal Korea Utara, di stasiun kereta api di Seoul pada 5 Januari 2022. — Foto AFP

SEOUL (11 Januari): Korea Utara menembakkan “rudal balistik yang dicurigai” ke laut, militer Korea Selatan mengatakan Selasa, kurang dari seminggu setelah Pyongyang melaporkan uji coba rudal hipersonik.

Peluncuran dini hari itu dilakukan saat Dewan Keamanan PBB bertemu di New York untuk membahas uji coba pekan lalu yang disebut Pyongyang sebagai rudal hipersonik.

“Militer kami mendeteksi rudal balistik yang diduga ditembakkan oleh Korea Utara dari darat menuju Laut Timur sekitar pukul 07.27 hari ini,” kata Kepala Staf Gabungan Seoul dalam sebuah pernyataan.

Peluncuran itu juga dilaporkan oleh penjaga pantai Jepang, yang mengatakan bahwa Korea Utara telah menembakkan “benda mirip rudal balistik”.

Pada hari Senin, enam negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, mendesak Korea Utara untuk menghentikan “tindakan destabilisasi” menjelang pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB.

Prancis, Inggris, Irlandia, dan Albania bergabung dengan seruan agar Korea Utara “menahan diri dari tindakan destabilisasi lebih lanjut … dan terlibat dalam dialog yang berarti menuju tujuan bersama kita untuk denuklirisasi lengkap”.

Analis mengatakan Pyongyang mungkin telah mengatur waktu peluncuran terbaru bertepatan dengan pertemuan PBB.

“Peluncuran itu memiliki motif politik dan militer,” kata Shin Beom-chul, seorang peneliti di Institut Riset Korea untuk Strategi Nasional, kepada AFP.

“Korea Utara terus menguji untuk mendiversifikasi persenjataan nuklirnya, tetapi itu mengatur waktu peluncuran pada hari pertemuan DK PBB untuk memaksimalkan dampak politiknya,” tambahnya.

Frekuensi pengujian menunjukkan Pyongyang bisa cocok dalam peluncuran menjelang Olimpiade Beijing bulan depan, kata Park Won-gon, seorang profesor di Universitas Ewha Womans di Seoul.

Korea Utara telah dilarang dari Olimpiade Musim Dingin Beijing setelah melewatkan Olimpiade Tokyo yang tertunda pandemi karena masalah Covid-19.

Pembangunan militer

Dalam dekade sejak Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan, Korea Utara telah melihat kemajuan pesat dalam teknologi militernya dengan mengorbankan sanksi internasional.

Meskipun kesulitan ekonomi yang parah selama pandemi virus corona, Kim mengatakan bulan lalu negara itu akan terus membangun kemampuan militernya.

Pada tahun 2021, Korea Utara yang bersenjata nuklir mengatakan telah berhasil menguji jenis baru rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam, rudal jelajah jarak jauh, senjata yang diluncurkan dengan kereta api, dan apa yang digambarkan sebagai hulu ledak hipersonik.

Tes terbaru datang karena Korea Utara telah menolak untuk menanggapi seruan AS untuk melakukan pembicaraan dengan Pyongyang.

Pada pertemuan penting partai berkuasa Korea Utara bulan lalu, pemimpin Kim Jong Un bersumpah untuk terus membangun kemampuan pertahanan negara itu, tanpa menyebut Amerika Serikat.

Dialog antara Washington dan Pyongyang tetap terhenti, menyusul gagalnya pembicaraan antara Kim dan presiden saat itu Donald Trump pada 2019.

Di bawah penerus Trump Joe Biden, Amerika Serikat telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan perwakilan Korea Utara, sambil mengatakan akan mengupayakan denuklirisasi.

Namun Pyongyang sejauh ini menolak tawaran itu, menuduh Washington melakukan kebijakan “bermusuhan”. — AFP







Posted By : pengeluaran hk hari ini terbaru