Perayaan Emas 50 tahun PERKESO
Features

Perayaan Emas 50 tahun PERKESO

Perayaan Emas 50 tahun PERKESO

Presentasi pembayaran cek Benefit oleh YB Minister of Human Resources Datuk Seri M. Saravanan, didampingi oleh Chief Executive SOCSO, YBhg. Dato’ Sri Dr. Mohammed Azman bin Dato ‘Aziz Mohammed dan Direktur SOCSO Negara Bagian Perak, Bpk. Anthony Arul Dass.

Dalam rangka HUT PERKESO yang ke-50 pada 1 Oktober 2021, berbagai kegiatan telah dilakukan sejak akhir tahun 2020 dan akan berlanjut hingga tahun 2022. Kegiatan tersebut untuk mempersempit kesenjangan antara PERKESO, karyawan, pengusaha, kontributor, dan masyarakat umum serta pihak lainnya. pemangku kepentingan.

Meningkatkan Kualitas Layanan Pelanggan – “SOCSO Peduli, SOCSO Peduli”.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PERKESO yang melibatkan pengusaha dan karyawan, 90,97% dari 16.681 responden menilai kinerja Organisasi sangat baik dan baik serta memahami peran dan fungsi PERKESO. Survei yang dilakukan pada 4 Maret 2021 hingga 15 Juni 2021 juga menunjukkan bahwa masyarakat Malaysia merasa puas dengan layanan PERKESO selama 50 tahun berdirinya.

Forum Internasional PERKESO

International Public Employment Forum (IPEF) 2021, yang mencakup Regional Return To Work DIGIMOS Symposium 2021 SOCSO, International Public Employment Services Symposium (IPESS) dan MYFutureJobs Career Expo, adalah salah satu platform bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pandangan mereka tentang sudut pandang Malaysia pasca COVID-19 serta pemulihan ekonomi. Melalui penampilan dari ikon terkenal seperti Dato’ Sri Idris Jala, Prof Elizabeth Lee dan legenda Olimpiade Malaysia, PERKESO berusaha untuk memberdayakan pengusaha, karyawan, dan talenta masa depan untuk menggunakan jalan yang ada untuk mendapatkan kembali pijakan mereka di dunia kerja. Forum ini menerima hingga 134.000 peserta virtual, dari 17 negara di seluruh dunia.

Kegiatan Sosial Peduli

Cek upacara penyerahan pembayaran Tunjangan Manajemen Pemakaman oleh YB Datuk Haji Awang bin Hashim, Wakil Menteri Sumber Daya Manusia di Pendang, Kedah bersama Bpk. Mohd Haron bin Othman (kiri), Direktur PERKESO Kedah dan Bpk. Mohd Asri bin Mohd Rasid (kanan), Wakil Direktur SOCSO Kedah.

Prihatin di hati sambil mengulurkan tangan membantu masyarakat adalah mantra PERKESO dalam menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai acara engagement direncanakan dan beberapa dilaksanakan, antara lain Ekspedisi ke Puncak Kinabalu, “Jelajah Prihatin” & CSR Ride, Lomba Debat dan masih banyak lagi. Untuk PERKESO Photography Competition, juara pertama diraih oleh Muhammad Hafiz bin Azizan, sedangkan Gan Hui Ying juara kedua dan Sharkawi bin Che Din juara ketiga.

Lomba Fotografi PERKESO – Juara 1 : Muhammad Hafiz bin Azizan

Perlindungan Penuh Perhatian Sekarang & Selamanya

Undang-Undang Jaminan Sosial Karyawan 1969 [Act 4]

Ketika undang-undang tersebut mulai berlaku pada tahun 1971, PERKESO dipercaya untuk melaksanakan Skema Asuransi Kecelakaan Kerja, yang sekarang dikenal sebagai Skema Kecelakaan Kerja. Skema Kecelakaan Kerja dirancang untuk melindungi karyawan dan memberikan manfaat terhadap insiden tak terduga yang terkait dengan pekerjaan.

Pada tahun 1974, undang-undang tersebut diperluas dengan memasukkan Disability Scheme, yaitu perlindungan 24 jam untuk kecelakaan, insiden tak terduga dan penyakit kritis yang mengakibatkan kecacatan.

Dengan berjalannya waktu, PERKESO berkembang dengan lanskap pekerjaan yang terus berubah dan memperluas cakupannya untuk memasukkan mereka yang wiraswasta. Pada 1 Juni 2017, PERKESO memperkenalkan Skema Jaminan Sosial Wiraswasta berdasarkan UU 789 untuk mencakup sektor transportasi penumpang. Skema ini sekarang mencakup 20 sektor wirausaha.

PERKESO juga meluncurkan Sistem Jaminan Ketenagakerjaan, berdasarkan UU 800 pada Januari 2018 untuk memberikan kontinuitas pendapatan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Langkah tersebut terbukti tepat waktu karena memberikan manfaat bagi ribuan pekerja yang mengungsi akibat pandemi COVID-19. PERKESO juga telah memperkenalkan Skema Kecelakaan Kerja berdasarkan UU 4 untuk mencakup pekerja asing mulai 1 Januari 2019.

Untuk melengkapi perlindungan jaminan sosial Tertanggung, sebuah pusat rehabilitasi komprehensif dibangun dan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2014. Pusat Rehabilitasi Tun Abdul Razak PERKESO disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia dalam memberikan perawatan medis dan vokasional bagi para Tertanggung. rehabilitasi Tertanggung untuk mendapatkan kembali posisinya di dunia kerja di bawah program “Kembali Bekerja” PERKESO.

“Skuad PERKESO Prihatin” yang didirikan pada tahun 2016 menjadi jembatan antara PERKESO dan Tertanggung dalam membantu mereka setelah menghadapi kejadian yang tidak menguntungkan. Skuad tersebut ditugaskan untuk memantau berita dan media sosial untuk mengidentifikasi insiden yang tidak diinginkan yang melibatkan orang yang diasuransikan. Hal ini membantu dalam mempercepat pencairan manfaat jaminan sosial kepada tertanggung atau tanggungan mereka.

YAB Tun Abdul Razak Perdana Menteri Kedua

Hari-hari Awal Kami

Tan Sri AN Ambo

Gagasan jaminan sosial di Malaysia pertama kali dicetuskan oleh beberapa pemimpin nasional dengan tujuan tunggal untuk melindungi mata pencaharian dan kesejahteraan pekerja.

Setelah Perang Dunia II, ada seruan dari masyarakat agar pemerintah membentuk sistem jaminan sosial yang baik bagi pekerja agar terlindungi dari bahaya dan cedera kerja. Pemerintah sebelumnya telah membentuk Dana Tunjangan Karyawan pada tahun 1951, diikuti dengan Undang-Undang Kompensasi Pekerja pada tahun 1952.

Pada tahun 1958, pakar jaminan sosial, Tan Sri AN Ambo, melalui Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memberikan dasar untuk penyusunan RUU Jaminan Sosial Tenaga Kerja, yang kemudian ditinjau oleh Departemen Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja.

Menteri Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja saat itu, mendiang Tan Sri V. Manickavasagam dibantu oleh komite tingkat tinggi, meninjau RUU tersebut pada tahun 1962. RUU tersebut kemudian diajukan di Parlemen dan disahkan pada 26 Februari 1969, memperoleh persetujuan Kerajaan pada 2 April 1969.

Pada tanggal 1 Januari 1971, Organisasi Jaminan Sosial (PERKESO) didirikan dan diakui sebagai badan yang dipercaya untuk menegakkan Undang-Undang Jaminan Sosial Tenaga Kerja 1969. PERKESO ditempatkan di bawah lingkup Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan, sekarang dikenal sebagai Departemen Kemanusiaan. Sumber daya.

Membawa Pulang Sepotong Sejarah

Kantor PERKESO pertama di Johor Bahru, 1971.

Bertepatan dengan peringatan 50 tahun, PERKESO menghadirkan beberapa memorabilia edisi khusus, antara lain Golden Jubilee “Setemku Korporat PERKESO 2021” dan Koin Peringatan, yang diterbitkan atas kerja sama POS Malaysia Berhad dan Bank Negara Malaysia. “Setemku Korporat PERKESO 2021” dirancang dan dirangkai dengan Mini Sheet Perusahaan PERKESO 2021 bertemakan Perayaan Tahun Emas “Prihatin Lima Dekad dan Selamanya”. Fitur khusus akan berisi gambar Perangko Peringatan dan Sampul Hari Pertama yang dicetak pada 2 Juli 1973, Kartu Iuran Karyawan dan Koleksi Prangko.

Perdana Menteri, YAB Tun Abdul Razak bersama Menteri Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja, YB Tan Sri V. Manickavasagam, Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja, YB Tan Sri Lee San Choon dan Direktur Jenderal PERKESO, Bapak S. Kumar di Upacara Peluncuran Resmi Program Jaminan Sosial di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur pada tanggal 1 Juni 1972.

PERKESO Maju Maju

Menara SOCSO, Jalan Ampang

Pemimpin Jamsostek yang Khas, Komprehensif, dan Dinamis PERKESO akan terus mengemban aspirasi Pemerintah dalam melindungi kesejahteraan rakyat. Hal ini telah terukir sebagai inti dari operasi PERKESO terutama dalam hal manajemen strategis. PERKESO akan terus memperkenalkan skema baru untuk lebih memperkuat jaminan sosial bagi semua termasuk mereka yang belum dilindungi melalui amandemen undang-undang yang ada.







Posted By : togel hongkonģ hari ini 2021